Skip to main content

gloomy note.

 Padahal baru beberapa bulan lalu ngerasa udah damai dan bahagia, namun sekarang rasanya seperti kembali merasa chaos banget. Yang ada malah lebih linglung dari sebelumnya. Memang ya, happiness is temporary. But I believe, the sadness and suffering too.


Kalau dirasa, sekarang berada di titik menjalani hidup hanya untuk sekedar bertahan hidup. Tidak ada desire atau ambisi tertentu. Mau ngerasa damai dan waras aja, struggle-nya sungguh masyallah wkwk.

But do you ever feel tired of fighting? It's like there is nothing left to fight for. Just wanna keep silent and see what will happen. Seperti, semua hal akan sia-sia pada akhirnya.

Akhir-akhir ini juga rasanya ingin menjaga jarak dengan orang-orang tertentu. Ingin membatasi diri. Butuh space untuk mengontrol diri, mengembalikan energi, dan menghilangkan kebisingan di kepala. Mungkin juga, untuk mengendalikan ekspektasi terhadap orang-orang. Karna kenyataan yang tidak sesuai ekspektasi sangat membuat kecewa. Terkadang bisa menyerang psikis. (Tidak sih, ini cuma aku doang)


Pffftt. in the end, all I want is to find my inner peace back. But still, I don't know how to find it. Any idea?

Comments

Popular posts from this blog

Random thought I

 Gedung-gedung ini begitu megah dan menjulang tinggi. Seakan mereka ingin menantang langit. Aku berdiri di depan bangunan yang terlihat amat kokoh sambari mendongak. Sepintas merasa kerdil dan hampa. Namun, bukankah menatap langit selalu membuat tenang? Meski amat terik dan polusi mengudara di seluruh penjuru kota dan tiada awan menggumpal, tetap saja menatap langit biru amat menentramkan. Kemudian, tiba-tiba saja terlintas dipikiran sebuah pertanyaan. Apa aku sanggup menjalani hidup singkat yang terasa panjang dan melelahkan ini sampai akhir?

361

  Hai bagaimana kabarnya? this year is almost over, right? Tulisan ini dimulai dengan helaan napas yang berat. Teringat memori yang terjadi dalam satu tahun terakhir. Bagaimana kamu menilai waktu selama ini? apakah waktu berlalu begitu cepat? atau kah sebaliknya? Yang pasti, begitu banyak hal yg terjadi bukan? Dulu aku sempat membayangkan bahwa di tahun ini hidup akan berjalan dengan terukur, lurus, dan terencana. Namun setelah dipikir-dipikir, semua yang terjadi dalam hidup ini serba mendadak ya. Segala hal mungkin bisa kita terawang sesuka hati, tapi pada akhirnya yang benar-benar terjadi takkan mungkin mampu kita tebak bagaimana hasil akhirnya. Sudah berapa banyak yang hilang di tahun ini? Sudah berapa banyak hal yang kamu temukan dalam pencarian mu tahun ini? Aku berharap sebanyak apapun hal yang telah hilang, semoga segera kamu temukan hal lainnya yang lebih berharga dan mampu kamu jaga sebaik-baiknya ya. Kalau diizinkan berbagi, tahun ini I’ve tried so hard to cope better lif...

Senja Untuk Kekasihku

Oh kekasihku, Bagaimana mungkin ini semua akan terlupakan Sedangkan kau masih terpatri dalam hatiku Begitu pula diriku, masih terpaut  dalam hatimu jua yang murni itu Meski skizofrenia telah merenggutmu dariku, Anastasyaku, Kau tetap senja terindah dalam hidupku, Jingga, sendu, dan mengharu.. ( 2012. Lelaki itu, duduk terpaku dilorong rumah sakit. Seluruh bagian tubuhnya berasa hancur untuk pertama kalinya. Pikirannya kalut. Memori-memori di otaknya seakan seperti berputar-putar dalam kepalanya. Dokter yang baru saja ditemuinya telah mendiagnosa Anastasya, kekasihnya, dengan diagnosis schizophrenia paranoid. Ia begitu terguncang mendengar diagnosa dokter itu. Anastasya, kekasihnya, istrinya, yang baru ia nikahi 3 bulan yang lalu, yang ia pacari dulu 4tahun yang lalu, bagaimana bisa skizofrenia merenggut Anastasya dari lelaki itu.. Merenggut semua ingatannya, merenggut kehidupannya yang indah itu, dan merenggut senyuman mungilnya yang syahdu. Ia begitu tak mengira b...