Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cerpen

Dendam untuk Sebuah Penderitaan

Januari, 2001.       Sipir itu mendorongku dengan keras ke dalam sel. Borgol itu telah dilepas dari tanganku. Para tahanan wanita lain memelototiku dengan mata tajam. Aku menatapnya balik dengan ekspresi datar. Ku sembunyikan segala kebengisan yang telah kuperbuat di dalam wajah ayu dan tatap mataku yang sendu. Tak ada yang berani mengajakku berbicara. Mungkin mereka telah mengetahui bahwa aku telah membunuh seorang lelaki tua. Ya, itulah sebabnya aku berakhir sampai di tempat ini.. • Juli, 2000.       Namaku Siti Nurbaya. Panggil saja aku Aya. Orang-orang kadang juga memanggilku Siti, ataupun Nur. Tapi aku lebih suka jika dipanggil Aya, seperti mas Bahri dulu biasa memanggilku. Kata orang-orang desaku hidupku terlampau beruntung. Punya paras elok, raut muka ayu dan diperistri oleh saudagar kayaraya. Karna sangat langka sekali gadis-gadis di desa ini bisa mempunyai suami seorang saudagar kaya. Ya, orang-orang desa ini masih banyak yang memuja...

Senja Untuk Kekasihku

Oh kekasihku, Bagaimana mungkin ini semua akan terlupakan Sedangkan kau masih terpatri dalam hatiku Begitu pula diriku, masih terpaut  dalam hatimu jua yang murni itu Meski skizofrenia telah merenggutmu dariku, Anastasyaku, Kau tetap senja terindah dalam hidupku, Jingga, sendu, dan mengharu.. ( 2012. Lelaki itu, duduk terpaku dilorong rumah sakit. Seluruh bagian tubuhnya berasa hancur untuk pertama kalinya. Pikirannya kalut. Memori-memori di otaknya seakan seperti berputar-putar dalam kepalanya. Dokter yang baru saja ditemuinya telah mendiagnosa Anastasya, kekasihnya, dengan diagnosis schizophrenia paranoid. Ia begitu terguncang mendengar diagnosa dokter itu. Anastasya, kekasihnya, istrinya, yang baru ia nikahi 3 bulan yang lalu, yang ia pacari dulu 4tahun yang lalu, bagaimana bisa skizofrenia merenggut Anastasya dari lelaki itu.. Merenggut semua ingatannya, merenggut kehidupannya yang indah itu, dan merenggut senyuman mungilnya yang syahdu. Ia begitu tak mengira b...