Skip to main content

About Them, Si Pemurung

Assalamualaikum wr wb, everyone and everything (loh?)

Do you often get moody? You know what? Orang yg moody itu rata" sedang ngalamin depresi ( ini sumber cuma dari pengamatan si writer dan ga akurat sama sekali lo suer wkwk) bener lo! Karna aku sendiri sering ketemu temen yg moody bgt ( percaya lah si writer ini juga gmpang moody loh!) ya usut punya usut aku kepoin deh mereka yg punya sikap moody ternyata bener, beberapa dari mereka emng sering bgt ngalami depresi karna tertekan sama masalah" yg ada dan itu membuat mereka jadi pemurung. Dan ga cuma mereka sih jujur akupun orgnya kadang moody-an karna kalo ada masalah dikit gampang bgt stressed and depressed (duhh kasian si writer ini ternyata punya masalah juga hiks) orang yg moody itu sebenernya butuh temen yg banyak, try new things dan perlu bergaul sama org" yg seger ( apaan org yg seger? Kek es aja ) ya maksud nya bergaul sama org yg punya motivasi tinggi dan selera humor yg menyegarkan. Si writer sendiri sebenernya juga seneng bgt kalo kumpul sama temen" yg humoris dan bikin aku ketawa lepas (padahal si writer ini ga punya temen lo ciaann -_-) ya setidaknya biar aku ga stuck in depression gituu hiksss. 
"Apa orang yg gampang moody itu juga butuh kasih sayang dan diperhatiin?" Yes, i guess so! Wkwk Yaiyalah orang yg suka murung itu juga perlu dikasihsayangi (duuh mulai bafeerr ciaaat) mereka butuh org yg bisa mensupport agar bisa move and cheerful! biar ga murung aja kek org yg ga punya harapan bangkit! (Nasehatin diri sendiri nih yee-____-). But, itu semua juga harus dari diri sendiri dulu, changes mindset kalo murung aja itu ga bakal ngurangin masalah (nih writer nasehatin diri sendiri lg? -_-wkw)


 Oke so jika kamu tipe orang yg gampang moody yuuk start from now we're rising up to be better! Memotivasi diri sendiri emang sulit, tapi bakal lebih sulit lagi kalo cuma mengandalkan diberi motivasi dari org lain!



Comments

Popular posts from this blog

Random thought I

 Gedung-gedung ini begitu megah dan menjulang tinggi. Seakan mereka ingin menantang langit. Aku berdiri di depan bangunan yang terlihat amat kokoh sambari mendongak. Sepintas merasa kerdil dan hampa. Namun, bukankah menatap langit selalu membuat tenang? Meski amat terik dan polusi mengudara di seluruh penjuru kota dan tiada awan menggumpal, tetap saja menatap langit biru amat menentramkan. Kemudian, tiba-tiba saja terlintas dipikiran sebuah pertanyaan. Apa aku sanggup menjalani hidup singkat yang terasa panjang dan melelahkan ini sampai akhir?

361

  Hai bagaimana kabarnya? this year is almost over, right? Tulisan ini dimulai dengan helaan napas yang berat. Teringat memori yang terjadi dalam satu tahun terakhir. Bagaimana kamu menilai waktu selama ini? apakah waktu berlalu begitu cepat? atau kah sebaliknya? Yang pasti, begitu banyak hal yg terjadi bukan? Dulu aku sempat membayangkan bahwa di tahun ini hidup akan berjalan dengan terukur, lurus, dan terencana. Namun setelah dipikir-dipikir, semua yang terjadi dalam hidup ini serba mendadak ya. Segala hal mungkin bisa kita terawang sesuka hati, tapi pada akhirnya yang benar-benar terjadi takkan mungkin mampu kita tebak bagaimana hasil akhirnya. Sudah berapa banyak yang hilang di tahun ini? Sudah berapa banyak hal yang kamu temukan dalam pencarian mu tahun ini? Aku berharap sebanyak apapun hal yang telah hilang, semoga segera kamu temukan hal lainnya yang lebih berharga dan mampu kamu jaga sebaik-baiknya ya. Kalau diizinkan berbagi, tahun ini I’ve tried so hard to cope better lif...

Senja Untuk Kekasihku

Oh kekasihku, Bagaimana mungkin ini semua akan terlupakan Sedangkan kau masih terpatri dalam hatiku Begitu pula diriku, masih terpaut  dalam hatimu jua yang murni itu Meski skizofrenia telah merenggutmu dariku, Anastasyaku, Kau tetap senja terindah dalam hidupku, Jingga, sendu, dan mengharu.. ( 2012. Lelaki itu, duduk terpaku dilorong rumah sakit. Seluruh bagian tubuhnya berasa hancur untuk pertama kalinya. Pikirannya kalut. Memori-memori di otaknya seakan seperti berputar-putar dalam kepalanya. Dokter yang baru saja ditemuinya telah mendiagnosa Anastasya, kekasihnya, dengan diagnosis schizophrenia paranoid. Ia begitu terguncang mendengar diagnosa dokter itu. Anastasya, kekasihnya, istrinya, yang baru ia nikahi 3 bulan yang lalu, yang ia pacari dulu 4tahun yang lalu, bagaimana bisa skizofrenia merenggut Anastasya dari lelaki itu.. Merenggut semua ingatannya, merenggut kehidupannya yang indah itu, dan merenggut senyuman mungilnya yang syahdu. Ia begitu tak mengira b...